BacaAl-Quran Online Surat Al-Hujurat - الحجرٰت Ayat 11 dengan Terjemahan, Tanda Waqaf & Tafsir Ayat Lengkap 📖 . Baca Al Quran Lebih Mudah di Tokopedia Salam
UrduTafheem-ul-Quran PDF 001 Surah Al Fatihah According to various traditions, extraordinary components of the Qur'an are described to have a positive impact on a person in terms of negating and stopping the results of witchcraft, or for trendy properly-being and becoming a higher training Muslim Download Surah Yasin in Bangla - Quran Reading wishes you All a Very Happy and Blessed Ramadan
Baiklahsupaya tidak terlalu panjang berikut pembahasan tajwid surat al. Masrozakdocom membahas tajwid ayat tertentu, kali ini ayat yang dibahas adalah tajwid surat al hujurat ayat 12. Pengajaran Surah Al Hujurat Ayat 11 Pembahasan sebelumnya silahkan bisa disimak pembagian hukum dalam islam selain itu silahkan bisa disimak juga pembahasan tajwid sebelumnya tajwid surat al ahjab
Ourcourses are for kids and adults and we help our students take their lessons online Affordable 1-to-1 online Quran classes for adults and children of all ages Selain Al Quran online, di Tokopedia Salam terdapat berbagai macam fitur lainnya yang akan memudahkan kamu seperti donasi, zakat, jadwal sholat hingga perlengkapan ibadah More; The Chronological Analysis of the Quran The strategies
AlQur'an Surat Al-Hujurat: 11, Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok).
SuratAl Hujurat Ayat 11 | Ayat yang akan kita kutip kali ini merupakan pengingat bagi kita semua, khususnya berkaitan dengan kondisi bangsa saat ini menjelang datangnya pemilihan presiden yang baru (pilpres). Menghujat atau memperolok satu golongan tertentu seolah sudah menjadi bagian dari sikap demokrasi kita padahal jelas itu sangat dilarang.
. Syariat tajwid di pertinggal Al Hujurat ayat 11 antara lain Mad jaiz munfashil, Mad badal, Idgham bighunnah, Ikhfa, Qolqolah, Alif lam qomariyah, dsb. Assalaamu’alaikum, Hallo Sobat pada artikel ini akan diuraikan hukum tajwid manuskrip Al Hujurat ayat 11. “Janganlah tukar mengolok-olok diantara sesama, karena barangkali yang diolok-olok lebih baik daripada yang mengolok-olok.” Itulah isi kandungan dari piagam Al Hujurat ayat 11. اَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسٰۤى اَنْ يَّكُوْنُوْا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَآءٌ مِّنْ نِّسَآءٍ عَسٰۤى اَنْ يَّكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۚ وَلَا تَلْمِزُوْۤا اَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَا بَزُوْا بِا لْاَ لْقَا بِ ۗ بِئْسَ الِا سْمُ الْفُسُوْقُ بَعْدَ الْاِ يْمَا نِ ۚ وَمَنْ لَّمْ يَتُبْ فَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ yaaa ayyuhallaziina aamanuu laa yaskhor qoumum ming qoumin asaaa ay yakuunuu khoirom min-hum wa laa nisaaa-um min nisaaa-in asaaa ay yakunna khoirom min-hunn, wa laa talmizuuu angfusakum wa laa tanaabazuu bil-alqoob, bi-sa lismul-fusuuqu ba’dal-iimaan, wa gana lam yatub fa ulaaa-ika humuzh-zhoolimuun “Wahai cucu adam-turunan yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kabilah yang lain, karena bisa jadi mereka yang diolok-olokkan makin baik dari mereka yang mengolok-olok, dan jangan lagi perempuan-putri mengolok-olokkan cewek enggak, karena boleh bintang sartan perempuan nan diolok-olokkan makin baik dari kuntum yang mengolok-olok. Janganlah sira tukar mencela suatu selevel bukan, dan janganlah ganti memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah panggilan nan buruk fasik pasca- berkeyakinan. Dan barang siapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-basyar nan zalim.”QS. Al-Hujurat 49 Ayat 11. tajwid-surat-al-hujurat-ayat-11 Mad jaiz munfashil يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ Tajwid sreg kata diatas yakni Mad jaiz munfashil, sebab mad ashli menghadapi hamzah pada kata yang enggak. Tangga mad jaiz munfashil antara 2-5 harakat. Mad thabi’i, sebab hurur ya mati setelah kasrah. Panjang mad thabi’i adalah 1 alif 2 harakat. Mad badal اٰمَنُوْا Tajwid sreg kata diatas ialah Mad perwakilan, sebab Hamzah menghadapi leter mad. Panjang mad badal adalah 1 alif. Mad thabi’i, sebab wawu tenang setelah dlommah. لَا يَسْخَرْ Tajwid diatas yaitu mad thabi’i, sebab alif mati sehabis fathah. Idgham bighunnah قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسٰۤى اَنْ يَّكُوْنُوْا Tajwid pada kalimat diatas yakni Lambang bunyi lin, sebab wawu senyap setelah fathah. Idgham bighunnah, sebab tanwin dlommah menghadapi leter mim dan nun senyap menghadapi huruf ya. Ikhfa, sebab nun mati menghadapi abc Qaf. Idzhar halqi, sebab tanwin kasrah menghadapi huruf Ain. Mad jaiz munfashil, sebab mad ashli menghadapi hamzah pada lain alas kata. Mad thabi’i, sebab wawu mati sehabis dlommah. Aksara lin خَيْرًا مِّنْهُمْ Tajwid pada pembukaan diatas yaitu Huruf reben, sebab huruf ya mati setelah fathah. Idgham bighunnah, sebab tanwin fathah menghadapi huruf mim. Idzhar halqi, sebab nun hening menghadapi huruf HA. Mad terbiasa muttashil وَلَا نِسَآءٌ مِّنْ نِّسَآءٍ Tajwid pada kalimat diatas adalah Mad thabi’i, sebab huruf Alif ranah setelah fathah. Mad wajib muttashil, sebab mad thabi’i menghadapi Hamzah dalam 1 kata. Tataran mad terlazim muttashil adalah 5 harakat. Idgham bighunnah, sebab tanwin dlommah menghadapi huruf mim dan nun senyap menghadapi abc nun. Ghunnah عَسٰۤى اَنْ يَّكُنَّ Tajwid pada kata diatas adalah Mad jaiz munfashil, sebab mad ashli menghadapi huruf Hamzah pada tak pembukaan. Idgham bighunnah, sebab nun mati menghadapi abc Ya. Ghunnah, sebab abjad Nun ditasydid. خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۚ Tajwid lega pembukaan diatas adalah Lambang bunyi tali tap, sebab huruf Ya mati sehabis fathah. Idgham bighunnah, sebab tanwin fathah menghadapi huruf mim. Idzhar halqi, sebab nun mati menghadapi huruf Ha. Ghunnah, sebab huruf nun ditasydid. Ikhfa وَلَا تَلْمِزُوْۤا اَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَا بَزُوْا Tajwid plong kalimat diatas yaitu Mad thabi’i, sebab alif lengang selepas fathah dan wawu senyap setelah dlommah. Mad jaiz munfashil, sebab mad thabi’i menghadapi hamzah plong lain kata. Ikhfa, sebab nun sirep menghadapi huruf Fa. Idzhar syafawi, sebab mim mati menghadapi aksara wawu. Qolqolah kubra بِا لْاَ لْقَا بِ ۗ Tajwid puas introduksi diatas yakni Alif lam qomariyah, sebab alif lam menghadapi huruf hamzah. Mad aridl lissukun bila waqaf, sebab mad thabi’i menghadapi huruf hidup lalu dibaca waqaf. Panjang mad aridl lissukun antara 2-6 harakat. Qolqolah kubra bila waqaf, sebab leter Qolqolah Ba sukun karena diwaqafkan. Naql بِئْسَ الِا سْمُ Tajwid pada kata diatas adalah NAQL artinya memindahkan. Menurut Istilah Naql adalah memindahkan harakat suatu huruf pada abc lainnya dalam tuturan lain garitan. Prinsip mendaras Naql di surat Al Hujurat ayat 11 yaitu harakat kasrah lega hamzah dipindahkan kepada huruf lam pada alif lam yang antap, sehingga lambang bunyi lam tersebut menjadi hidup dan berharakat kasrah. Sementara itu hamzah enggak berharakat lagi, lain dibaca atau ditiadakan. Bintang sartan dibaca Bi’salismu. Internal Al Quran hukum Naql menurut Padri Ashim riwayat Hafs ada sreg suatu tempat, yakni di Surat Al Hujurat ayat 11. الْفُسُوْقُ Tajwid pada kata diatas adalah Alif lam qomariyah, sebab alif lam menghadapi huruf Fa. Mad thabi’i, sebab aksara wawu sepi pasca- dlommah. بَعْدَ الْاِ يْمَا نِ ۚ Tajwid pada introduksi diatas yakni Alif lam qomariyah, sebab alif lam menghadapi huruf hamzah. Mad thabi’i, sebab huruf ya sepi setelah kasrah dan alif mati pasca- fathah. Idgham bila ghunnah وَمَنْ لَّمْ يَتُبْ Tajwid pada kalimat diatas yakni Idgham bila ghunnah, sebab nun mati menghadapi huruf lam. Idzhar syafawi, sebab mim sukun menghadapi huruf ya. Qolqolah sughra, sebab huruf Ba sukun asli. فَاُ ولٰٓئِكَ Tajwid diatas adalah mad wajib muttashil, sebab mad ashli menghadapi hamzah n domestik 1 kata. Mad aridl lissukun هُمُ الظّٰلِمُوْنَ Tajwid pada prolog diatas ialah Alif lam syamsiyah, sebab alif lam menghadapi huruf Zho. Mad aridl lissukun, sebab mad thabi’i menghadapi abjad hidup lalu dibaca waqaf. Demikianlah uraian hukum tajwid surat Al Hujurat ayat 11, seharusnya bermanfaat.
Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Kita akan menganalisis hukum tajwid Al-Quran Surat Al-Hujurat ayat 11 lengkap dengan latin penjelasan dan artinya serta isi kandungannya. Kajian tentang ilmu cara membaca Al-Quran memang amat penting bagi kaum muslimin. Dengannya kita dapat lancar membaca Al-Quran. Di samping itu pahala akan banyak diraih. Surat ini adalah surat ke-49. Arti Al-Hujurat sendiri ialah kamar-kamar. Baiklah untuk lebih jelasnya kita simak berikut analisisnya. Penjelasan dari nomor-nomor di bawah tulisan surat Al-Hujurat ayat 11 di atas adalah 1. Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2/ 4 atau 5 harakat. Huruf alif bila berharakat adalah hamzah. Huruf alif sebenarnya sebagai mad atau pemanjang fathah. 2. Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah lam. Dibaca idgham masuk ke huruf lam. 3. Mad asli atau mad thobi’i karena huruf dzal berharakat kasrah bertemu ya' sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat. 4. Mad badal karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata akan tetapi posisi hamzah lebih dahulu dari huruf mad. Cara membacanya panjang 2 harakat. 5. Mad asli atau mad thobi’i karena huruf nun berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat. 6. Mad asli atau mad thobi’i karena huruf lam berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat. 7. Mad layin atau lin karena huruf wau sukun didahului oleh huruf qaf berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat. 8. Idgham bighunnah karena huruf mim berharakat dhamah tanwin bertemu huruf mim. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat. 9. Ikhfa karena huruf lam berharakat kasrah tanwin bertemu huruf qaf. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Cara pengucapan seperti bunyi "ng". 10. Idzhar sebab huruf mim berharakat kasrah tanwin bertemu huruf 'ain. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali. 11. Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2/ 4 atau 5 harakat. Baca juga Doa Setelah Adzan Lengkap Arab Latin dan Artinya. 12. Idgham bighunnah karena huruf nun sukun bertemu huruf ya. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat. 13. Mad asli atau mad thobi’i karena huruf kaf berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat. 14. Mad asli atau mad thobi’i karena huruf nun berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat. 15. Mad layin atau lin karena huruf ya sukun didahului oleh huruf kha berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat. 16. Idgham bighunnah karena huruf ra berharakat fathah tanwin bertemu huruf mim. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat. 17. Idzhar sebab huruf nun sukun bertemu huruf ha. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali. 18. Idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf wau. Cara membacanya dengan jelas. 19. Mad asli atau mad thobi’i karena huruf lam berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat. 20. Mad wajib muttashil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata. Dibaca panjang 4 atau 5 harakat. 21. Idgham bighunnah karena huruf hamzah berharakat dhamah tanwin bertemu huruf mim. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat. 22. Idgham bighunnah karena huruf nun sukun bertemu huruf nun. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat. Baca juga Doa Shalat Dhuha Lengkap Arab Latin dan Artinya. 23. Mad wajib muttashil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata. Dibaca panjang 4 atau 5 harakat. 24. Idzhar sebab huruf nun sukun bertemu huruf 'ain. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali. 25. Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2/ 4 atau 5 harakat. 26. Idgham bighunnah karena huruf nun sukun bertemu huruf ya'. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat. 27. Ghunnah karena nun bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat. 28. Mad layin atau lin karena huruf ya sukun didahului oleh huruf kha berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat. 29. Idgham bighunnah karena huruf ra berharakat fathah tanwin bertemu huruf mim. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat. 30. Idzhar sebab huruf nun sukun bertemu huruf ha. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali. 31. Mad asli atau mad thobi’i karena huruf lam berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat. 32. Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2/ 4 atau 5 harakat. 33. Ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf fa'. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf fa'. 34. Idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf wau. Cara membacanya dengan jelas. Baca juga Amalan Istimewa di Bulan Syaban. 35. Mad asli atau mad thobi’i karena huruf lam berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat. 36. Mad asli atau mad thobi’i karena huruf nun berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat. 37. Mad asli atau mad thobi’i karena huruf zai berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat. 38. Mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya panjang 2 sampai 6 harakat. 39. Qalqalah kubra karena huruf qalqalah qaf diwaqaf. Cara membacanya dipantulkan lebih tebal. 40. Alif lam qamariyah karena huruf alif lam bertemu huruf fa. Dibaca jelas. 41. Mad asli atau mad thobi’i karena huruf sin berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat. 42. Mad badal karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata akan tetapi posisi hamzah lebih dahulu dari huruf mad. Cara membacanya panjang 2 harakat. Baca juga Doa Sebelum dan Sesudah Wudhu Lengkap Arab Latin dan Artinya. 43. Mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya panjang 2 sampai 6 harakat. 44. Idgham bilaghunnah karena huruf nun sukun bertemu huruf lam tasydid. Dibaca lebur tanpa dengung. Bunyi tanwin hilang. 45. Idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf ya. Cara membacanya dengan jelas. 46. Qalqalah sughra karena huruf qalqalah ba berharakat sukun dan posisinya di tengah kalimat. Cara membacanya dipantulkan secara ringan. 47. Mad wajib muttashil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata. Dibaca panjang 4 atau 5 harakat. 48. Ada dua hukum di sini. Pertama, alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah zha. Dibaca idgham masuk ke huruf zha. Kedua, mad asli atau mad thobi’i karena huruf zha berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat. 49. Mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya panjang 2 sampai 6 harakat. Untuk latin Surat Al-Hujurat ayat 11 adalah YAA AYYUHAL-LADZIINA AAMANUU LAA YASKHAR QAUMUM MINGQAUMIN 'ASAA AYYAKUUNUU KHAIRAM MINHUM WA LAA TALMIZUU ANFUSAKUM WALAA TANAA BAZUU BIL ALQAAB. BI' SALISMUL FUSUQU BA'DAL IIMAAN, WA MALLAM YATUB FA ULAAIKA HUMUZHZHAA LIMUUN. Kemudian untuk arti dari Surat Al-Hujurat ayat 11 yakni " Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik dan janganlah suka mencela dirimu sendiri[1409] dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah panggilan yang buruk sesudah iman[1410] dan barangsiapa yang tidak bertobat. Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim." Keterangan [1409] Jangan mencela dirimu sendiri, maksudnya ialah mencela antara sesama mukmin karana orang-orang mukmin seperti satu tubuh. [1410] Panggilan yang buruk ialah gelar yang tidak disukai oleh orang yang digelari, seperti panggilan kepada orang yang sudah beriman, dengan panggilan seperti Hai fasik, Hai kafir dan sebagainya. Baca pula Doa Penutup Majelis Lengkap Arab Latin Arti dan Keutamaanya. Isi kandungan dari Surat Al-Hujurat ayat 11 yaitu 1. Orang beriman tidak boleh saling mengolok-olok dan mengejek. 2. Bisa jadi pihak yang diolok-olok itu lebih baik keadaanya dari pada orang yang mengolok-olok. 3. Kita dilarang untuk merendahkan orang lain sesama mukmin. 4. Tidak boleh memberi gelar yang buruk atau sesuatu yang tidak disukai kepada sesama orang beriman. Nah, dengan kita membahas tajwidnya maka kita akan bisa membacanya dengan tartil. Tatkala membaca ayat ini pun akan bagus. Baiklah, semoga bermanfaat untuk seluruh pembaca blog ini. Wassalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُونُوا۟ خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَآءٌ مِّن نِّسَآءٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا۟ بِٱلْأَلْقَٰبِ ۖ بِئْسَ ٱلِٱسْمُ ٱلْفُسُوقُ بَعْدَ ٱلْإِيمَٰنِ ۚ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ Arab-Latin Yā ayyuhallażīna āmanụ lā yaskhar qaumum ming qaumin 'asā ay yakụnụ khairam min-hum wa lā nisā`um min nisā`in 'asā ay yakunna khairam min-hunn, wa lā talmizū anfusakum wa lā tanābazụ bil-alqāb, bi`sa lismul-fusụqu ba'dal-īmān, wa mal lam yatub fa ulā`ika humuẓ-ẓālimụnArtinya Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah panggilan yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. Al-Hujurat 10 ✵ Al-Hujurat 12 »Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarangTafsir Mendalam Mengenai Surat Al-Hujurat Ayat 11 Paragraf di atas merupakan Surat Al-Hujurat Ayat 11 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada aneka ragam tafsir mendalam dari ayat ini. Tersedia aneka ragam penjabaran dari berbagai mufassir mengenai makna surat Al-Hujurat ayat 11, antara lain seperti tertera📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi ArabiaWahai orang-orang yang membenarkan Allah dan RasulNya serta melaksanakan syariatNya, janganlah orang-orang Mukmin mengejek orang-orang Mukmin lainnya, karena boleh jadi orang-orang yang diejek adalah lebih baik daripada yang mengejek. Dan janganlah wanita-wanita yang beriman mengejek janganlah wanita-wanita yang beriman lainnya, karena boleh jadi orang-orang yang diejek adalah lebih baik daripada yang mengejek. Janganlah pula sebagian dari kalian mencela sebagian lainnya, jangan pula sebagian dari kalian memanggil memanggil sebagian yang lain dengan panggilan gelar yang dia benci. Seburuk-buruk nama dan sifat adalah kefasikan, yaitu penghinaan, perendahan dan pemanggilan dengan gelar buruk, sesudah kalian masuk Islam dan memahaminya. Barangsiapa tidak bertaubat dari penghinaan, perendahan dan pemanggilan dengan julukan buruk, maka mereka adalah orang-orang yang menzhalimi diri mereka sendiri dengan melanggar larangan-larangan ini.📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid Imam Masjidil Haram11. Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan menjalankan apa yang disyariatkan! Janganlah suatu kaum dari kalian menghina kaum yang lain karena bisa jadi kaum yang dihina itu lebih baik di sisi Allah, dan yang diperhitungkan adalah yang ada pada sisi Allah. Dan janganlah sekelompok wanita menghina sekelompok yang lain, karena bisa jadi kelompok yang dihina itu lebih baik di sisi Allah, dan janganlah kalian mencela saudara-saudara kalian sendiri, karena kedudukan mereka seperti kalian sendiri, serta janganlah sebagian dari kalian memanggil sebagian yang lain dengan julukan yang tidak disukainya, sebagaimana yang dilakukan oleh kaum Anṣār sebelum kedatangan Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Barangsiapa di antara kalian melakukannya, maka ia adalah orang fasik. Seburuk-buruk sifat adalah sifat kefasikan setelah keimanan. Barangsiapa tidak bertobat dari maksiat ini maka mereka adalah orang-orang yang menganiaya diri mereka sendiri dengan menceburkan diri mereka ke dalam sumber-sumber kehancuran disebabkan kemaksiatan yang mereka lakukan.📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah11. Karena penghinaan merupakan salah satu sebab yang menimbulkan pertikaian, maka Allah melarang orang-orang beriman menghina orang lain, karena bisa jadi orang yang dihina lebih baik daripada orang yang menghina. Dan janganlah seorang wanita menghina wanita lain, karena bisa jadi wanita yang dihina lebih baik daripada wanita yang menghina. Janganlah kalian saling mencela kekuarangan orang lain dan jangan saling menghina dengan memberi sebutan dan panggilan yang tidak disukai. Seburuk-buruk sebutan dan panggilan adalah yang mengandung kefasikan, yaitu sebutan dan panggilan yang dilarang agama, padahal mereka telah menjadi orang-orang yang beriman. Dan barangsiapa yang tidak bertaubat dari memberi sebutan dan panggilan buruk ini maka mereka adalah orang-orang yang jauh dari kebenaran, yang menzalimi diri mereka sendiri dengan melakukan hal-hal yang dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah11. يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُونُوا۟ خَيْرًا مِّنْهُمْ Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka Yakni bisa jadi orang yang diremehkan lebih baik di sisi Allah daripada orang yang meremehkan. وَلَا نِسَآءٌ مِّن نِّسَآءٍ Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya Yakni dan jangan para wanita meremehkan wanita lainnya. عَسَىٰٓ أَن يَكُنَّ boleh jadi yang direndahkan itu Yakni wanita yang diremehkan itu. خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۖ lebih baik dari mereka Yakni lebih baik daripada wanita yang meremehkan. وَلَا تَلْمِزُوٓا۟ أَنفُسَكُمْDan janganlah suka mencela dirimu sendiri Yakni janganlah kalian saling mencela dan meremehkan. وَلَا تَنَابَزُوا۟ بِالْأَلْقٰبِ ۖ dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan Yakni janganlah kalian saling memberi julukan yang buruk yang membuat marah orang yang dijuluki tersebut. Allah melarang hal ini karena dapat menjadi sebab permusuhan; semisal memanggil seorang muslim dengan panggilan “hai fasik” atau “hai munafik”, atau memanggil orang yang baru masuk Islam “hai Yahudi” atau “hai Nasrani”, atau dengan panggilan “hai anjing”, “hai keledai”, atau “hai babi”. Terkecuali panggilan yang telah dikenal luas dan tidak membuat marah orang yang dipanggil, maka boleh menggunakan panggilan tersebut, seperti al-A’masy orang yang sakit mata atau al-A’raj orang pincang, ini adalah panggilan dua orang perawi hadits. بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمٰنِ ۚ Seburuk-buruk panggilan adalah panggilan yang buruk sesudah iman Yakni panggilan yang paling buruk adalah seseorang yang dipanggil kafir atau pezina setelah ia beriman atau bertaubat.📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah11. Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kelompok laki-laki kalian merendahkan yang lainnya. Bisa jadi, orang-orang yang direndahkan itu lebih baik di sisi Allah daripada orang-orang yang merendahkan. Suatu kelompok perempuan juga jangan merendahkan kelompok lainnya. Bisa jadi yang direndahkan itu lebih baik dari yang merendahkan. Janganlah kalian saling menghujat satu sama lain dengan perkataan ataupun isyarat. Janganlah juga kalian memberi julukan dengan julukan-julukan yang buruk dan tidak disukai. Seburuk-buruk penamaan seseorang adalah panggilan fasik dan kafir, sedangkan dia beriman. Barangsiapa tidak bertaubat dari apa yang dilarang oleh Allah, maka mereka adalah orang-orang yang menzalimi diri mereka sendiri dengan menyiapkannya untuk diazab. Ayat imi diturunkan untuk utusan Bani Tamim yang diingatkan dengan surah yang membahas tentang perkara mereka. Mereka mengolok-olok sahabat-sahabat yang fakir, saat melihat kondisi pakaian mereka. Ayat ini juga diturunkan bagi orang-orang beriman yang ada di antara mereka.📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-Awaji, professor tafsir Univ Islam MadinahWahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok} mengejek {kaum yang lain, boleh jadi mereka yang diolok-olok itu lebih baik daripada mereka yang mengolok-olok dan jangan pula perempuan-perempuan mengolok-olok terhadap perempuan lain, boleh jadi perempuan yang diolok-olok itu lebih baik daripada mereka. Janganlah saling mencela diri kalian} janganlah saling mencela satu sama lain {dan saling memanggil dengan julukan yang buruk} dan janganlah saling mengejek satu sama lain dengan julukan yang dibenci {Seburuk-buruk panggilan} penyebutan {adalah fasik setelah beriman. Siapa saja yang tidak bertaubat, mereka itulah orang-orang zalimMau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H11. Ini juga merupakan hak-hak di antara sesame kaum Mukminin, yaitu agar “janganlah suatu kaum mengolol-olokkan kaum yang lain,” dengan perkataan, ucapan, maupun perbuatan yang menunjukkan sikap menghina sesame saudara Muslim, karena hal itu haram dan tidak diperbolehkan. Menghina menunjukkan rasa kagum pihak yang menghina terhadap dirinya sendiri yang bisa saja pihak yang dihina lebih baik dari yang menghina dan itulah yang lazim terjadi, sebab penghinaan itu hanya dilakukan oleh orang yang hatinya dipenuhi akhlak-akhlak tidak baik dan tercela, jauh dari akhlak-akhlak yang baik. Oleh karena itu Nabi bersabda "cukuplah seorang berbuat bburuk saat dia mencela saudaranya sesame muslim" HR. Muslim No. 2564 Allah berfirman, “Dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri,” artinya, janganlah kalian saling mencela. allamzu’ adalah mencela dengan perkataan, sedangkan alhamzu’ adalah mencela dengan perbuatan. Keduanya terlarang dan haram serta diancam akan dimasukkan ke dalam neraka bagi yang melakukannya. Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah, "Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela," Al humazah1. Seorang muslim disebut sebagai diri bagi saudaranya karena orang-orang yang beriman itu seharusnya seperti itu kondisiinya, laksana satu tubuh satu diri, jika ada seorang Mukmin yang menghina saudaranya, maka hal itu mengharuskan yang lain untuk menghinanya juga, sehingga dialah yang menyebabkannya. “Dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk.” Artinya, janganlah salah satu dari kalian menghina saudaranya dan jangan memberinya julukan yang tidak disukai. Inilah yang disebutkan sebagai pemberian julukan yang terpuji tidak termasuk dalam ayat ini. “Seburuk-buruk panggilan ialah panggilan yang buruk sesudah iman.” Maksudnya, perbuatan yang paling buruk adalah merubah keimanan dan pengamalan syariat yang di antaranya mengharuskan kita untuk mengerjakan perintah dan menjauhi larangan dengan nama yang tidak baik serta berbuat durhaka yaitu disebut sebagai attanaabuzu’ saling memberikan julukan yang tidak baik. “Dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.” Inilah yang wajib dilakukan oleh setiap hamba, yaitu bertaubat kepada Allah serta membebaskan diri dari tanggungan hak saudaranya dengan cara meminta dihalalkan serta memohon ampunan dan memuji yang bersangkutan sebagai kompensasi atas celaan yang dilakukan terhadapnya. “Dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim,” terdapat dua golongan manusia; zhalim terhadap dirinya tapi tidak bertaubat dan orang yang bertaubat yang mendapatkan keberuntungan. Tidak ada golongan yang lain.📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-SyawiSurat Al-Hujurat ayat 11 Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan rasul-Nya serta beramal dengan syariaNya, ketahuilah oleh kalian bahwasanya barangsiapa yang menetapi hak-hak orang-orang yang beriman sebagian atas sebagian yang lain bahwasanya agar tidak merendahkan laki-laki di antara kalian dan selain laki-laki, dan tidak juga merendahkan perempuan di antara kalian, dan tidak menampakan aib sebagian atas kalian atas sebagian yang lainnya, dengan segala macamnya yang berhubungan dengan aib; sama saja apakah dengan kehadiran orang yang memiliki aib ataupun tidak hadirnya dia, dan tidak juga memanggil salah satu dari kalian dengan lafadz yang dibenci olehnya seperti penghinaan dan perendahan. Maka barangsiapa yang tidak bertaubat dari keburukan ini, maka mereka adalah orang-orang yang dzolim yaitu menzolimi diri mereka sendiri dengan melakukan yang dilarang dimana para ulama mengharamkannya.📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, ini juga menerangkan hak-hak kaum mukmin satu sama lain, yaitu hendaknya sebagian mereka tidak mengolok-olok, baik dengan ucapan maupun perbuatan yang menunjukkan penghinaan terhadap seorang muslim, karena yang demikian haram, dan menunjukkan bahwa orang yang mengolok-olok merasa ujub bangga diri dengan dirinya, padahal bisa saja yang diolok-olok itu lebih baik daripada yang mengolok-olok sebagaimana seperti itu pada umumnya dan kenyataannya. Hal itu, karena mengolok-olok tidaklah terjadi kecuali dari hati yang penuh dengan akhlak yang buruk dan tercela. Oleh karena itulah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Cukuplah seseorang telah melakukan kejahatan kalau menghina saudaranya yang muslim.” Jangan mencela dirimu sendiri maksudnya ialah mencela antara sesama mukmin karana orang-orang mukmin seperti satu tubuh. Mencela itu bisa dengan ucapan dan bisa dengan perbuatan. Kedua-duanya adalah haram dan diancam dengan neraka sebagaimana firman Allah, “Wailul likulli humazatil lumazah.” Tirmidzi meriwayatkan dengan sanadnya yang sampai kepada Abu Jabirah bin Adh Dhahhak ia berkata, “Ada salah seorang di antara kami yang memiliki dua nama atau tiga, lalu dipanggil dengan sebagiannya maka sepertinya ia tidak suka, sehingga turunlah ayat ini, “Dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk.” Tirmidzi berkata, “Hadits ini hasan shahih.” Yakni janganlah salah seorang di antara kamu mencela saudaranya dan menggelarinya dengan gelar yang buruk, dimana orang yang digelari itu tidak suka jika disebut dengannya. Adapun gelar yang tidak tercela, maka tidak termasuk dalam ayat ini. Panggilan yang buruk ialah gelar yang tidak disukai oleh orang yang digelari, seperti panggilan kepada orang yang sudah beriman, dengan panggilan, “Hai fasik, hai kafir” dan sebagainya. Inilah yang wajib dilakukan seorang hamba, yaitu bertobat kepada Allah Ta’ala dan keluar dari hak saudaranya, yaitu dengan meminta dihalalkan atau meminta dimaafkan, memujinya setelah mencelanya. Ayat ini menerangkan bahwa manusia ada dua golongan; yaitu orang yang berbuat zalim kepada dirinya dan orang yang bertobat, dan tidak ada yang dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Hujurat Ayat 11Setelah Allah menerangkan bahwa orang-orang mukmin adalah bersaudara, ayat ini menjelaskan tuntunan agar persaudaraan itu tetap terjaga. Wahai orang-orang yang beriman! janganlah suatu kaum, yakni kelompok pria, mengolok-olok kaum, yakni kelompok pria yang lain karena boleh jadi mereka yang diperolok-olokkan lebih baik dari mereka yang mengolok-olok, dan jangan pula perempuan-perempuan mengolok-olokkan perempuan lain karena boleh jadi perempuan yang diperolok-olokkan lebih baik dari perempuan yang mengolok-olok. Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dengan ucapan, perbuatan atau isyarat, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang dinilai buruk buruk oleh orang yang kamu panggil itu sehingga menyakiti hatinya. Seburuk-buruk panggilan adalah panggilan yang buruk fasik setelah iman. Yakni seburuh-buruk panggilan kepada orang-orang mukmin adalah bila mereka disebut orang-orang fasik sesudah mereka dahulu disebut sebagai golongan yang yang beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, setelah melakukan kefasikan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim kepada diri sendiri dan karena perbuatannya itu maka Allah menimpakan hukuman atasnya. 12. Selanjutnya Allah memberi peringatan kepada orang-orang ber-iman supaya mereka menjauhkan diri dari prasangka terhadap orang-orang yang beriman. Wahai orang-orang yang beriman! jauhilah banyak dari prasangka buruk kepada manusia yang tidak disertai bukti atau tanda-tanda, sesungguhnya sebagian prasangka, yakni prasangka yang tidak disertai bukti atau tanda-tanda itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain yang sengaja ditutup-tutupi untuk mencemoohnya dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing, yakni membicarakan aib, sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati' tentu kamu merasa jijik. Karena itu hindarilah pergunjingan karena itu sama de-ngan memakan daging saudara yang telah mati. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah maha penerima tobat kepada orang yang bertobat, maha penyayang kepada orang yang dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang Demikian kumpulan penafsiran dari kalangan mufassir berkaitan kandungan dan arti surat Al-Hujurat ayat 11 arab-latin dan artinya, semoga berfaidah bagi ummat. Sokong kemajuan kami dengan mencantumkan hyperlink menuju halaman ini atau menuju halaman depan Artikel Cukup Sering Dibaca Kaji ratusan halaman yang cukup sering dibaca, seperti surat/ayat Al-Kahfi, Shad 54, Al-Kautsar, Al-Waqi’ah, Yasin, Ayat Kursi. Termasuk Do’a Sholat Dhuha, Ar-Rahman, Al-Mulk, Al-Ikhlas, Asmaul Husna, Al-Baqarah. Al-KahfiShad 54Al-KautsarAl-Waqi’ahYasinAyat KursiDo’a Sholat DhuhaAr-RahmanAl-MulkAl-IkhlasAsmaul HusnaAl-Baqarah Pencarian at talaq ayat 3, ali imran 139, al baqarah 165, al ikhlas ayat 2, al waqiah 23 Dapatkan amal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat. Plus dapatkan bonus buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" secara 100% free, 100% gratis Caranya, salin text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga 3 group WhatsApp yang Anda ikuti Silahkan nikmati kemudahan dari Allah Ta’ala untuk membaca al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik surat yang mau dibaca, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar tafsir lengkap untuk ayat tersebut 🔗 *Mari beramal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat ini* Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol "Dapatkan Bonus" di bawah
tajwid surat al hujurat ayat 11